Pemerintah Bener Meriah Harus Cepat tangap

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Bener Meriah-
Perawat dan warga Bener Meriah yang di isolasi di Balai Latihan Kerja ( BLK ) Pante Raya Bener Meriah Provinsi Aceh mengeluhkan kurangnya penanganan terhadap mereka oleh Gugus tugas Percepatan penangganan Covid-19.

Perawat medis yang berasal dari RSU Muyang kute dan Puskesmas Bukit Simpang tiga Redelong Bener Meriah, mengeluhkan, bahwasanya mereka di dalam pengisolasian tersebut tidak diberikan Vitamin. Selama ini mereka hanya mendapatkan jatah makanan saja.

Wartawan mediaanakbangsa mencoba menghubungi juru bicara gugus tugas Percepatan penangganan Covid-19 Riswandi melalui telepon selularnya untuk mengklarifikasi kabar tersebut tetapi handphone nya tidak diangkat.

Sementara dalam wawancara sebelumnya, Riswandika berjanji akan memberikan yang terbaik didalam penanganan terhadap warga dan para medis yang positif Covid-19.

Dalam wawancara yang dilakukan pada tanggal, 29/07/2020, Riswandika juga mengatakan kami akan berupaya terus untuk meminimalisir angka yang sampai kemarin sudah mencapai 19 orang. Tetapi informasi yang belum kita dapatkan keakuratannya, hari ini sudah bertambah 2 orang lagi.

Kita berharap walaupun dalam pelaksanaan menyambut Hari Raya Idul Adha, gugus tugas Percepatan penangganan Covid-19, tidak boleh kendor untuk intens terus melakukan monitoring, pengawasan dan memenuhi kebutuhan yang diperlukan terhadap para warga dan medis yang saat ini sedang menjalani masa pengisolasian.

Kita tak ingin timbul kasus yang baru apalagi sampai memakan korban. Untuk itu pihak yang telah diamanahkan untuk bertanggung jawab dalam menangani hal tersebut dapat bekerja ekstra lagi, semoga pencapaian yang baik nanti akan didapatkan.

Selain itu, petugas medis yang bertugas di RSU Muyang Kute juga mengharapkan perhatian baik dari pihak manajemen RSU Muyang Kute sendiri, maupun pemerintah daerah agar dapat memberikan Alat Pelindung Diri ( APD ) minimal level 2, karena tidak memukan lagi untuk mengunakan APD di level 1.

Karena kondisi saat ini sudah begitu memprihatikan, jadi tanpa alasan apapun, pemerintah segera harus menyediakan alat APD minimal level 2 di Rumah Sakit kesayangan masyarakat Bener Meriah. Sejauh ini informasi yang di dapatkan dari petugas medis Kamis 30/07/2020, mereka belum mendapatkan APD tersebut.

Apalagi petugas medis di wajibkan harus masuk kerja walaupun kondisi RSU Muyang Kute ditutup untuk pelayanan sementara untuk penerimaan pasien covid-19, masih terus dilakukan. Jangan sampai faktor kelalaian akan APD tersebut tidak standart dapat menambah jumlah yang terindikasi Covid-19.

Pemerintah harus jeli dan cekatan di dalam persoalan yang sedang terjadi, tim rescue harus bekerja intens dan mengecek apa kebutuhan yang mendesak di lapangan agar penangan yang dilakukan benar-benar untuk meminimalisirkan keadaan. ( wak chai )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *