YARA Perwakilan Langsa Endus Proyek Jembatan Desa Ilah Daya Kecamatan Bireum Bayeun Diduga Ditinggal Kontraktor.

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Langsa-Kepala Perwakilah Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA) Perwakilan Langsa H A Muthallib Ibr, SE,. SH,.M.Si,.M.Kn. melalui Humas / Paralegal H M Ali Abusyah, melakukan infesitigasi ke Desa Ilah Daya, Kecamatan Bireum Bayeun Kabupaten Aceh Timur, kepada awak Media Sabtu ( 6/6/2020) menemukan adanya proyek jembatan yang di bangun menggunakan Dana APBA tahun 2018 terbengkelai tidak disiapkan oleh rekanan, dugaan kita proyek jembatan itu semua uang sudah selesai di tarik.

Gampung Ilah Daya Kecamatan Bireum Bauen yang jarak tempuh dan jauhnya sekitar 72 Km dari Pusat Kota Idi Aceh Timur luput dari pengawasan pihak berwajib.

YARA mendapatkan informasi dari masyarakat Desa Ilah Daya lalu melakukan Invesitigasi Kelapangan sesampainya dilapangan menemukan jembatan yang anggaran APBA thn 2018 dibangun asal jadi (cilet cilet), ujar Abu Alex.

Dipamplet tertulis anggaran APBA tahun 2018 dibangun namun tidak disebutkan anggaran nya berapa dan dibawah Dinas mana.

Proyek jembatan gampong Illah Daya Kecamatan Bireum Bayeun Kabupaten Aceh Timur di lokasi pertambakan warga menurut keterangan salah seorang Warga yang berhasil di wawancara oleh tim YARA, sudah bebepa kali dalam tahun 2019 dan tahun 2020, didatangi pihak Polisi namun warga masyarakat yang memiliki tambak disekitar itu tidak diketahui Petugas Kepilisian dari mana, sudah beberapa kali datang nya, ujar Abu Alex.

YARA meminta pihak penegak hukum dalam hal ini baik Kejati Aceh maupun Polda Aceh agar segera turun kelokasi tembat jembatan itu dibangun dan YARA minta kasus ini harus diusut tuntas karena
bangunan jembatan ini menggunakan uang Negara, ujar Abu Alex lagi.

Bangunan jembatan yang di ukur secara kasat mata panjang nya sekitar 20 meter ini tidak siap dikerjakan di ujung pangkal jemnatan tidak ditimbun sehingga masyarakat pengguna jembatan harus buat 3 lembar papan agar jembatan itu bisa digunakan, tutur Abu Alex.
Kasian kan masyarakat sekitar jembatan yang dibangunan menggunakab uang Negara namun tidak bisa digunakan padahal uang pembangunan dibangun menggunakan uang Negara ( uang Rakyat), pihak berwenang segera usut kasus ini, tutup Abu Alex. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *