Jadi Relawan Covid-19, Mahasiswa KKN Unimal Asal Aceh Singkil Semprotkan Desinfektan

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,ACEH SINGKIL – Tidak hanya saja mengikuti peraturan kampus yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), tetapi ikut meluangkan waktu, para Mahasiswa Universitas Malikul Saleh Lhuoksemawe (Unimal), asal Kabupaten Aceh Singkil yang KKN menjadi relawan Covid-19, di Desa Pasar Singkil, melakukan Penyemprotan desifektan untuk menghambat penularan Covid-19.

Tujuh orang Mahasiswa dari Unimal putra/putri, juga turut andil dalam kegiatan yang di lakukan untuk memberantas penularan covid-19 tersebut, dengan memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan, Kamis (23/4/2020).

Kepala Desa Pasar Singkil, Yusrin As, mengatakan, kami sangat bangga kepada mahasiswa Unimal yang melakukan KKN di Desa Pasar, selain menjadi relawan mereka juga memberikan kontribusi lainnya untuk Desa Pasar, mudah-mudahan mahasiswa lain juga harus bisa memberikan kontribusi juga ke desa-desa lain.

“Terima kasih kepada mahasiswa Unimal yang sudah mau KKN menjadi relawan Covid-19 di Desa Pasar, serta kedepan kepala desa juga ingin ada setiap tahun yang praktek di desa tersebut kerena bisa memberikan ilmu kepada kami di Desa Pasar,” kata Yusrin As.

Surya Padli salah satu mahasiswa KKN juga kami mengajak seluruh warga untuk melakukan upaya preventif dengan menjaga diri masing-masing, keluarga, teman dan lingkungannya agar terhindar dari penularan wabah virus COVID-19, dengan berikhtiar untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Perilaku hidup bersih dan sehat tersebut di antaranya rajin cuci tangan dengan sabun, membersihkan diri dengan mandi setidaknya 2 kali sehari, selanjutnya makan dengan teratur dan bergizi, juga mengkonsumsi buah segar dan sayur, serta jangan lupa minum air yang secukupnya,” kata Surya.

“Selain itu warga kami dorong untuk tetap aktif berolahraga, menghindari bersentuhan dengan orang lain, beristirahat yang cukup, juga menghindari menyentuh hidung, mata dan mulut, serta tidak keluar rumah kecuali dalam hal yang mendesak,” tambahnya.

Panik, cemas, dan stres akibat banyaknya informasi dan pemberitaan tentang semakin merebaknya penularan korona dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun sehingga rentan terhadap penyakit.

“Dalam situasi krisis akibat COVID-19 seperti saat ini, warga harus selalu berpikir positif, sabar dan tetap tenang agar mentalnya menjadi sehat, sehingga daya tahan tubuhnya juga tidak menjadi lemah, dengan daya tahan tubuh yang terjaga baik, maka dengan sendirinya tubuh tidak mudah terkena penyakit,” tutup Surya Padli.(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *