Ketua PATRON Bener Meriah : Pejabat ASN yang Malas jangan dipertahankan

Bagikan

Beritaanakbbangsa.com,Bener Meriah-
Adanya laporan tentang adanya pegawai ASN di lingkungan BLUD RSU Muyang kute kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh yang bermalas-malasan tetapi tidak ada teguran dan tetap dipertahankan.

Ketua Plt.Patron Bener Meriah dan mantan caleg dari dapil 4 ( Aceh Tengah dan Bener Meriah ), Chaidir M. Ibra, menghubungi Beritaanakbangsa.com biro Bener Meriah, Rabu 22/4/2020.

Selama ini ada pejabat yang bermalas-malasan, untuk tidak melaksanakan tugasnya sebagai ASN bahkan menjabat salah satu jabatan di Rumah Sakit tersebut, tetapi tidak pernah mendapat teguran atau sangsi apapun. Bahkan oknum pejabat tersebut mendapat. Segala fasilitas tunjangan yang melekat pada jabatannya, ujarnya.

Setelah mendapat laporan tentang adanya oknum pejabat yang bermalas-malasan tidak masuk kerjas tersebut, wartawan beritaanakbangsa.com menghubungi direktur RS Muyang Kute dr. Sri Tabahhati Sp.An, mengatakan tidak mengetahui bahwa ada pejabat dilingkungan RS Muyang Kute yang beliau pimpin ada yang bermalas-malasan tidak masuk kantor. Dan silahkan awak media mengkroscek kebenaran laporan tersebut.

Dan apabila terbukti kita tidak segan-segan untuk menegur dan memotong insentif pejabat yang suka bermalas-malasan tersebut, tambah dr.Sri.

Setelah mendapat jawaban dari direktur, wartawan Beritaanakbangsa , juga mendapat informasi bahwa absensi pejabat tersebut didalam pelaporan ke Badan kepegawaian Bener Meriah, selalu terisi alias non absen.

Yang lebih menyedihkan, direktur RS Muyang Kute yang sudah membawa Rumah Sakit tersebut mendapat gelar Madya pada akreditasi tahun 2019 lalu, dan baru-baru ini telah membuat Rambut Sakit tersebut menjadi Rumah Sakit BLUD, tetapi masih belum menjadi direktur defenitif.

Sudah hampir setahun direktur RS Muyang Kute menjabat sebagai Pj. dirumah sakit tersebut. Melihat kinerja beliau sudah sepantasnya, Bupati Bener Meriah mendefenitikan direktur RS Muyang Kute.

Selama beliau menjabat, sudah dua kali dilakukan perombakan jabatan eselon III dan IV di Rumah Sakit Muyang Kute sementara sang direktur masih terus belum di definitipkan.

Seharusnya pejabat bijak dalam menempatkan pejabat, jangan memaksakan kehendak dan hanya menerima pejabat titipan tetapi tidak mengindahkan latar belakang jabatan dan pendidikan. Sehingga apabila terus menerus dilakukan akan terjadi kepincangan.(Chaidir)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *