Pemerintah Aceh Telah Sebarkan Teror Untuk Rakyat

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,IDI-Salah satu aktivis Aceh, Munzir, menanggapi sinis terkait rencana Pemerintah Aceh menyiapkan kuburan masal bagi warganya yang meninggal, dan positif akibat Covid-19.

Dalam hal ini, Munzir mengatakan, itu merupakan komunikasi teror pemerintah yang tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian.

” Pemerintah Aceh telah menebar teror, dan tidak berperikemanusiaan, kata Munzir.

Ia juga menambahkan, dalam situasi seperti ini Pemerintah yang- sah seharusnya membangun pola komunikasi publik yang melindungi rakyat dari ancaman.

“Penyiapan kuburan masal bukan langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah Aceh saat ini, Sosialisasi tentang bahaya perang saya rasa lebih baik dari pada menyiapkan kuburan masal.” jelas Munzir.

Aktivis Gerakan Masyarakat Membela (GEMBEL) itu juga menegaskan, Kata kuburan sejatinya akan mempengaruhi psikologis masyarakat banyak , dan itu merupakan pola komunikasi yang sangat horor di dunia dalan situasi saat ini.

Pemerintah Aceh sebagai organisasi yang kredibel dapat melakukan banyak hal dalam pengendalian perang ini.

ketika narasi Pemerintah sudah di komsumsi publik kata maaf tidak berlaku lagi, ini membuktikan bahwa pemerintahan kita sangat lemah dan rentan akan ancaman pihak luar.

Bentuk Fasisme seperti ini tidak boleh dibiarkan karena mengancam sosio – Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi kita.

“Hari ini kita hidup dalam sebuah masa transisi peradaban yang sangat tragis dan meresahkan. Tegas Munzir.

Pemerintah Aceh harus optimis dengan segala perangkat perang yang ada, selain meyakinkan rakyat akan terbebas dari perang. Bukan malah tidak percaya diri dengan situasi yang ada.

Munzir juga menekankan, pada situasi hari ini kita berada dalam sebuah masa Extropianisme di mana yang paling di butuhkan adalah  meramalkan realisasi akhirnya rentang hidup yang tidak terbatas, dan pemulihannya, berkat kemajuan di masa depan dalam teknologi biomedis  atau pemikiran positif yang dalam menghadapi masalah.

” Ini sangat sejalan dengan apa yang ditawarkan oleh Tgk. Hasan Ditiro dalam bukunya.

Beliau menegaskan bahwa, [* Pikèè digatä 30 thon ū kèu yäng golom gatä pikèè, bèk tapike digatä 50 thön ū liköt yäng kalhèūh göp pikèè* ].

Pikir olehmu 30 tahun kedepan yang belum kamu fikirkan, jangan kamu berfikir 50 tahun kebelakang yang sudah orang fikir.” Pungkas Munzir.(Red)

Teks Foto : Munzir (Kanan) Aktivis Aceh yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Membela (GEMBEL). Fhoto : Istimewa.

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *