Demi Bimtek Ke Lombok Kami Rela Berutang

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Langsa-Baru baru ini Pulahan Geuchik dari Kota Langsa Plesiran berkedok Bintex ke Lombok.

Usut punya usut Geucik harus mengutang dana agar bisa mengikuti Bintex ke Lombok di karenakan  dana desa tahun 2020 tahap pertama belum cair.

Yang menarik lagi menurut salah seorang Geuchik yang ada di Kecamatan Langsa Baro dan baru pulang dari Lombok mengatakan, Bintex ke Lombok ini gagasan dari Camat dan dari 12:yang ikut Bintex di ikuti 33 orang  karena satu desa ada yang dua orang  dan ada yang 3 orang, 

Kemudian pada hari Senin (23/3/2020) media ini kembali mengkonfirmasi salah seorang geucik di ruang lingkup Kecamatan Langsa dan menanyakan apa yang bisa di adopsi dari Lombok ke Kota Langsa, dengan gamblang dia mengatakan, kalau boleh jujur Bintex  ke Lombok ini hanya jalan jalan, mana mungkin ke berhasilan di daerah lain bisa di terapkan di desa ini, jelasnya.

“Cuman kan ini program kecamatan jadi mau tidak mau ya kita harus berangkat ” imbuhnya.

Dan dia mengakui bahwa berangkat ke Lombok menguras dana desa sebesar 47 juta untuk tiga orang yang berangkat, dan uang tersebut kami serahkan ke pihak kecamatan dan mereka lah yang berusan dengan pihak ketiga yang mengurus segala sesuatunya.

Bahkan dia juga mengatakan dana yang sudah di gunakan untuk Bintex ke Lombok dana hasil pinjam karena dana desa bulum cair.

Kemudian awak media ini mengkonfirmasi Camat Langsa Baro Zaldi Sofyan, SSTP dan dia,mengatakan, keberangkatan seluruh geuchik ke Lombok sudah dapat rekomendasi dari Wali kota Langsa, masalah berapa dana yang di gunakan itu saya tidak tau karena keberangkatan mereka ke Lombok sudah di atur oleh pihak ketiga,Tugas saya selaku camat hanya menandatangani SPPD saja” tandasnya. 

Informasi yang di himpun media ini ada bebera kecamatan yang berangkat Bintex ke Lombok cuman Geuchik se Kecamatan Langsa Baro yang berangkat semua, bahkan satu desa ada yang 3 orang yang berangkat Bintex ke Lombok sehingga Ratusan juta uang ADD se Kecamatan Langsa Baro di hambur hamburan tampa ada hasil yang siknifikan yang di adopsi hari Lombok ke Kota Langsa.

Bahkan gagasan Bintex ke Lombok ini terendus ada unsur bisnis di dalamnya dan terkesan hanya pelesiran dan tidak ada yang bisa di adopsi dari Lombok ke kota Langsa.

Disisi lain, Bintex ke Lombok ini terkesan di paksakan, karena ADD tahan satu tahun 2020 belum cair sehingga banyak geuchik utang  uang pada orang lain agar bisa Pelesiran ke Lombok di balut dengan Bintex.

Pertanyaannya, jika kita utang  uang 47.juta dengan orang atau dengan BANK apa 47 juta juga kita kembalikan?.

Oleh karenanya pihak penegak hukum hendak nya dapat memproses prihal ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Karena dana desa belum cair, sehingga para Geuchik melakukan mendahului anggaran dengan cara pinjam atau utang pada orang terlebih dahulu.(Red)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *