Masyarakat Gampong Mesjid dan Alue Siwah Ibarat “Boh U Jie Kap Lee Tupe”

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Aceh Timur – Kecamatan Nurussalam yang berjumlah 31 Gampong, 4 Kemukiman dengan bermata pencaharian masyarakat sebagai petani dan nelayan dengan jumlah penduduk kurang lebih 18.000 Jiwa terkenal “BEREH”.
Kecamatan Nurussalam yang juga memiliki sumur migas utama milik PT Raksasa yang berdiri kukuh di kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur (PT Medco E&P Malaka).

Dibawah kepemipinan Drs Tarmidi,Kecamatan Nurussalam berubah rupa menjadi kecamatan yang maju penuh dengan undercover.
Kekecewaan masyarakat terus di bicarakan dari mulut kemulut,dari masyarakat pelosok hingga masyarakat perkotaan dalam wilayah kecamatan Nurussalam.
Di tahun 2019 beberapa fasilitas akses masyarakat yang rusak parah terpampang di berbagai media seperti jembatan penghubung tiga desa,Seunebok Rambong,Gampong Jalan,Beurandang ambruk tanpa sebab.
Belum lagi melihat jembatan utama masyarakat Teupin Pukat dan Kuala Bagok yang di gunakan untuk mengangkut hasil laut masyarakat setempat juga mengalami rusak parah.
Dana desa yang terus dikerahkan untuk program-program kecamatan secara tertulis terus menurus mengundang penderitaan rakyat.Keuchik harus beberapa kali membuat perubahan anggaran dana desa di tahun 2019.Seakan-akan apa yang di rasakan keuchik dengan perubahan tersebut menjadi beban dalam pengelolaan dana desa,keuchik hanya terdiam terpaku lantaran tertekan dan merasa takut tidak di tanda tangani RPD.

Di penghujung 2019 beberapa gampong dalam kecamatan Nurussalam di rendam banjir.orang nomor satu di kecamatan luput dari informasi seakan-akan takut sepatunya basah.
Sejauh mata memandang sejauh itulah emas bersinar.gampong pelosok dalam kecamatan Nurussalam seakan-akan di anak tirikan.
Begitu mirisnya penduduk pedalaman kecamatan Nurussalam seperti gampong Alue Siwah Serdang mareka harus melewati dua kecamatan lain untuk menuju ke ibu kota Kecamatan Nurussalam lantaran jalan akses utama melalui Gampong Mesjid terhalang oleh jembatan yang ambruk.
“Jembatan yang ka reulohnyan na geubangun lee dermawan dari kecamatan laeen untuk memudahkan kamoe melewat,menyoe na ureung saket teungoh malam kamoe meukarat bak meuba u puksemas lantaran tutu yang yoe bak ta lewati,wahee abang loen yang atoe naggroe neuging keuh kamoe dalam uteun raya,hana meulake honda ngoen moto kekamoe neupakoe bek neu aneuk tirikan,kamoe Cuma butuh jembatan untuk melewati,” Keluh Azwir warga Gampong Mesjid

Warga Alue Siwah Serdang juga mengeluhkan hal yang sama,seakan-akan mareka di anak tirikan.
“jika memang kami di anak tirikan kami pun siap pindah ke kecamatan yang lain,jangan kami dipelosok kami di anak tirikan,perhatikanlah kami dalam menuju akses ke ibu kota,kami mendengar hasil keputusan musrenbang tahun anggran 2021 kami merasa terpukul lantaran bukan kesejahteraan yang di utamakan,namun nama yang dicari,” Keluh Masyarakat Alue Siwah Serdang.

Kami hanya bisa terdiam untuk meredamkan suasana karena di janjikan oleh camat tahun ini jemabatan tersebut di bangun.
Kabar gembira seakan-akan memberikan informasi yang akurat akan di bangunya jembatan akses ternyata kami terlena dengan informasi tersebut sehingga jembatan yang dimaksud di bawa kabur bagaikan wangian durian yang berhembus sementara.(lukffar)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *