Peserta CPNS Komplain sambil Nangis

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Aceh Singkil – Dua peserta CPNS Aceh Singkil gagal meraih passing grade (nilai acuan kelulusan) pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hari kedua, Selasa, 28 Januari 2020 dan menangis tersedu.

Keduanya pun mengaku kecewa. Satu di antaranya bahkan sampai menangis sembari mengadu ke Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ali Hasmi, di kantin Aula Dinas Kesehatan setempat.

Dia adalah Fatimah, peserta CPNS formasi tenaga kesehatan yang mengikuti SKD pada sesi keempat, kemarin.

Kepada Ali Hasmi, Fatimah mengaku gagalnya dia meraih passing grade berawal dari padamnya listrik saat ujian berlangsung.

“Jadi saat saya mengerjakan soal Test Intelegensi Umum (TIU), di sisa waktu antara 10 sampai 8 menit lagi, tiba-tiba mati lampu. Kami tunggu, namun waktu terus berjalan, karena saya buta komputer, maka saya tanya petugas di situ. Jawabnya, ‘tidak apa-apa”. Intruksinya tekan F11,” ungkap Fatimah.

Seperti diketahui, pelaksanaan ujian SKD CPNS Aceh Singkil sendiri tak menggunakan personal komputer, melainkan laptop yang sejatinya memiliki baterai yang tetap menyala di saat listrik padam.

Menurut Fatimah, setelah dia sempat menekan F11, layar laptopnya mendadak menampilkan blue screen, dan tak lama kembali muncul tampilan antar muka sehingga dia harus kembali login.

“Hingga waktu habis, saya cek, passing grade tidak capai, padahal saya kan sedang mengerjakan TIU dan masih ada waktu sebelum listrik padam,” katanya sembari menangis. Dia pun berharap mendapat dispensasi atas peristiwa itu.

Sementara Kepala BKPSDM Aceh Singkil Ali Hasmi mengatakan, akan menindaklanjuti keluhan dua CPNS yang merasa dirugikan tersebut.

“Menurut mereka, akibat mati lampu itu, waktu mereka mengerjakan ujian menjadi terpangkas,” katanya.

Meski begitu, Ali Hasmi menilai pengakuan keduanya agak aneh, karena lazimnya laptop tidak padam saat mati lampu.

“Kami menjelaskan kepada mereka karena sistem kita telah handal, selama satu minggu ini dalam hal mati lampu, kita memiliki genset, kalau mati lampu, dalam hitungan lima detik, otomatis langsung hidup kembali,” katanya.

Dalam rentang waktu lima detik itu, kata Ali, laptop yang memiliki baterai, tentu masih bisa bertahan hidup.

“Kita juga menyediakan UPS yang ada servernya sehingga ketika mati lampu tidak berpengaruh.”

Meski begitu, kata Ali, pihaknya tetap akan menyelidiki ihwal keluhan dua peserta tersebut.

“Karena kami belum bisa melihat di mana kesalahan atas tuduhan ini, nanti kami bersama tim BKN akan menguji kembali laptop yang digunakan dua peserta itu, satu nomor 10 dan satu lagi nomor 40,” katanya.(Wahyu)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *