Evaluasi ASN Bukan Dengan Bongkar Pasang

Bagikan

Beritaanakbangsa.com, Bener Meriah
Menanggapi berita disalah satu media online lokal, Minggu 26 Januari 2020, tertulis diberita Minggu 25 Januari 2020, tentang pengelolaan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ), Muyang Kute kabupaten Bener Meriah, semakin semrawut.

Sebelumnya Plt, ketua Patron Bener Meriah juga pernah mengatakan pada salah satu media online Nasional tanggal 26 Desember 2019, bahwasanya dikarenakan sangkin seringnya Bupati melakukan bongkar pasang pejabat, membuat, para pejabat mulai dari esellon II, III dan IV kehilanggan gairah yang mengakibatkan menurunnya kinerja perangkat daerah tersebut.

Chaidir mantan aktivis, dan sekarang menjadi pemerhati di kabupaten Bener Meriah, menyatakan kepada Beritaanakbangsa.com, kinerja buruk dihasilkan akibat dari proses yang buruk. Sampai hari ini Direktur RSUD Mutang kute masih PLT, di tambah adanya pejabat pembantu yang menjabat essellon III di Rumah Sakit tersebut, sama sekali belum pernah menjabat essellon IV. Jadi ini murni keselahan dari pihak yang menempatkan, di tambah lagi kentalnya kolusi dan nepotisme sehingga membuat tidak berjalannya aturan yang diberlakukan.

Saya setuju dengan usulan Plt. ketua Patron Bener Meriah, sudah sepantasnya Bupati bersama sekda Bener Meriah melakukan evaluasi dengan cara seluruh pejabat membuat uraian tugas dan di paparkan di hadapan Bupati ataupun Sekda. Agar seluruh pejabat tahu yang mana yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, agar pelaksaan tugas tidak tumpang tindih atau pengabaian tugas karena menganggap itu bukan tugas saya. Seperti apa yang dilakukan oleh Sekda Provinsi Aceh saat ini, tambahnya.

Setiap Kepala SKPD membuat Analisis jabatan ( Anjab ) dan analisis beban kerja ( ABK ), agar kebutuhan dan penempatan ASN benar benar sesuai dengan kebutuhan bukan karena titipan ataupun kerabat dekat. Jadi agar ASN yang mampu tidak terabaikan, potensi potensi yang ada tidak dimanfaatkan, kita berharap kesampingkan kepentingan, untuk kemajuan. Kesampingkan kepentingan kelompok untuk kemakmuran Bener Meriah. Dan ini sudah seperti kangker stadium 3 jadi harus segera di atasi, sesegera mungkin agar tidak memburuknya kinerja ASN yang berdampak terhadap pimpinan, ujar chaidir.

Menurunya kinerja Bupati juga tidak terlepas dari belum adanya wakil Bupati sebagai pendamping sang Bupati sampai hari ini. Mana suara DPRK kabupaten Bener Meriah, jangan seperti macan ompong, berkoar hanya saat mau kampanye saja. Ambil kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat. Untuk kemajuan kabupaten penghasil kopi dan sayuran di Aceh ini. Lakukan tugas fungsi anda untuk sebagai pengontrol pemerintah. Untuk kemajuan daerah yang kita cintai ini, tutupnya.(Red/Chai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *