ICMI Gelar Musda Dengan Tema”bersinergi membangun Kota Sada kata

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Subulussalam-Drs. Salmaza, MAP, Wakil Wali Kota Subulussalam membuka Musyawarah Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Musda ICMI) Organisasi Satuan Daerah (Orda) Kota Subulussalam di Gedung LPSE Setdako, Sabtu (11/1/2020).

Pastikan dukungan Pemko untuk ICMI Orda Kota Subulussalam ke depan, Salmaza ajak semua unsur masyarakat tingkatkan kepedulian dan rajut kebersamaan yang lebih baik. Dia berharap, Musda akan menghasilkan pengurus yang lebih baik dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat dan Kota Subulussalam. 

Kepada panitia, Salmaza ingatkan maklumat wali kota agar setiap hari libur tidak ada kegiatan. “Kabag Humas dan Protokoler diingatkan tidak melayani kegiatan jika digelar hari libur, yaitu Sabtu dan Minggu,” jelas Salmaza.

Ketua Panitia, Safran Kombih, SH, MH melaporkan, sumber dana rangkaian Musda dari Pemko Subulussalam. Thema ‘Bersinergi Membangun Negeri Sada Kata’, gelar Musda menyusul berakhir Kepengurusan ICMI Orda Kota Subulussalam periode 2013-2018 .

Sapran juga menyampaikan terimakasih kepada semua pantia yang telah bekerja keras demi sukses nya acara musda terkhusus kepada Walikota&wakil walikota yang telah mendukung penuh baik dengan pemikiran&juga Dana.

Para pesaerta musyawarah ICMI

Selain perwakilan Forkopimda, hadir di sana Korwil ICMI Aceh, dipimpin Sarifah Rahmatillah, SH sejumlah Kepala SKPK, Pimpinan Lembaga Keistimewaan Aceh dan undangan lain. Peserta Musda, 113 orang dan unsur Korwil ICMI Aceh.
 
Awali sambutan, Ketua ICMI Orda Kota Subulussalam Periode 2013-2018, dr.H. Syahyuril ajak semua yang hadir membacakan alfatihah untuk almarhum tokoh utama ICMI Bj. Habibie.

Soal kinerja ICMI Orda Kota Subulussalam pasca berdiri 2008, sejalan lahirnya depenitif Pemko Subulussalam, ICMI disebutkan telah menggagas melalui seminar melahirkan lambang Kota Subulussalam ‘Sada Kata’. 

Selain itu, penetapan Hari Jadi Subulussalam yang sempat dipertentangkan di antara tiga pilihan, yakni 14 September 1962 (diberikan nama Prof. Hasymi rubah Kec. Simpang Kiri dari Rundeng, Bandar Baru menjadi Kota Subulussalam), tanggal pemekaran Aceh Singkil, 2 Januari 2007 atau tanggal dilantik Pj. Wali Kota Subulussalam, H. Asmaudin, SE (15 Juni 2007).

Dua periode Pimpin ICMI, Syahyuril sebutkan telah menjalin kerjasama dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Aceh, saat ini dilanjutkan Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam. Target ICMI Orda Kota Subulussalam ke depan, tegas Syahyuril, harus mempunya usaha, meski dana awalnya diharapkan kontribusi Pemko Subulussalam.

Mewakili ICMI Korwil Aceh, Sarifah Rahmatillah, SH beri sambutan mengatakan, beda ICMI dengan ormas lain adalah cendekia dan intelektual syariah. Berbagai badan otonom ICMI, seperti Pengusaha Muslim Perempuan, Orangtua Bimbingan terpadu (Orbit) yang merupakan program beasiswa diharapkan bisa berjalan di ICMI Orda Kota Subulussalam.

Diakui ICMI Orda Subulussalam sebagai prospek, agenda Muswil ICMI November 2020 yang diikuti semua Orda se-Aceh dimungkinkan bisa digelar di Kota Subulussalam. Lalu gelar Kongres ICMI, Desember 2020 disebutkan, Provinsi Aceh menjadi salah satu kandidat t uan rumah.

Selesai Isoma musda Icmi di lanjut kan dengan pemilihan ketua secara vouter,ada tiga kandidan yang maju,yakni
1.DR.Musriaparto
2.H.Ansari ST.MT.
3.H.Damhuri SPMM
dan suara terbanyak diraih oleh DR.Musriaparto dengan jumlah 23 suara.

Dengan demikian Musda Orda ICMI Subulussalam mendapat kan hasil&DR.Musriaparto menjadi ketua ICMI Kota subulussalam Priode 2019-2024.

Musda Icmi Di menang kan oleh DR. Musriaparto Yang berhasil Mengalahkan Rifal Nya Dengan Suara 23 Suara Sedang kan Rifal nya masing H. Ansari 7 suara dan H.Damhuri 10 Suara. (Ipong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *