Aktifis Perempuan:Mari Ulurkan Tangan untuk kak Kiah

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Aceh Timur-Aktivis perempuan syarifah mahani Alaydrus menjumpai syukriah 43 tahun di desa kampung jalan dusun du Lhok,kak kiah yg biasa akrab disapa oleh masyarakat ini seorang penjual mie Aceh untuk menyambung hidupnya,sepintas dia terlihat baik baik saja tak ada yang lain pada dirinya, tapi kak kiah yg akrab kita sapa tersebut mengalami penyakit yang termasuk langka Krn didalam ginjalnya ada batu,di tahun 2014 kak kiah mengalami koma di rumah sakit Zubir Mahmud IDI rayeuk karena penyakit nya itu,dengan alat seadanya tim dokter rumah sakit yang memang pada saat itu rumah sakit belum lengkap fasilitasnya.

mengupayakan keselamatan kak kiah,debgan cara membuat lubang di bagian perut untuk selang pembuangan kotoran,selama kurang lebih 3 bulan kak kiah bergantung hidup dengan pembuangan kotoran itu,lalu mengalami koma kedua kalinya,dan kak kiah pun terpaksa dibawa lari ke rumah sakit kembali,tim dokter rumah sakit menganjurkan dibawa lari ke Medan,agar bisa dilakukan operasi di Medan,tapi pada saat itu sayang nya harus ada dana 28 juta untuk melakukan operasi,karena tidak memiliki uang suami kak kiah meminta pihak rumah sakit memberikan surat rujukan ke Banda Aceh tapi dokter menjelaskan dibanda aceh tidak ada dokter yang bisa operasi kak kiah, akhirnya dengan penuh rasa sedih kak kiah kembali dipulangkan ke rumah,selang beberapa waktu kak kiah dengan kondisi yang sangat tipis harapan untuk hidup,dibawa kembali ke rumah sakit Zubir Mahmud oleh sang suami untuk memohon dikirim ke Banda Aceh,saat itu dokternya orang Medan yang kak kiah dan suami tidak ingat siapa nama dokter itu ,dengan alasan tidak bisa dioperasi di Banda Aceh lalu surat rujukan pun tak kunjung diberikan,dokter menyarankan agar di operasi di Medan dirumah sakit praktek nya, sementara keluarga kak kiah di golongkan keluarga miskin bagaimana mungkin bisa menyiapkan dana sebesar Rp 28.000.000 itu,ketus aktivis perempuan Aceh timur yg akrab di panggil hany tersebut.

Sempat beberapa kali kak kiah mengatakan dia sudah ikhlas kembali kepada ALLAH,tapi sang suami tidak pernah menyerah begitu saja,sang suami mengatakan ingat sama anak anak karena mereka masih kecil,ketika itu sontak kak kiah semangat kembali utk sembuh,dan tak lama kemudian kak kiah koma kembali,lalu suami kak kiah nekat dengan bermodalkan uang sedikit di tangan beliau membawa kak kiah yang sudah koma dengan bus ke Banda AcehAceh, sesampai nya di rumah sakit Zainal Abidin Banda Aceh,mereka tidak sama sekali meminta rujukan dari IDI karena di lihat kondisi kak kiah yang sudah hampir meregang nyawa saat itu,lalu tim dokter rumah sakit menyarankan untuk operasi tapi sayang nya kamar dirumah sakit saat itu penuh mereka harus menunggu sampai ada pasien yang pulang agar bisa dapat kamar setelah dilakukan operasi,hari demi hari mereka lalui dengan air mata berharap ada 1 tempat tidur yang kosong agar operasi bisa di lakukan,mereka tidur dengan alas seadanya di dekat lorong toilet umum rumah sakit, Alhamdulillah pada hari ke lima kak kiah dirmh sakit Zainal Abidin kak kiah sudah bisa melakukan operasi, padahal saat itu kondisi kak kiah sudah sangat mengkhawatirkan keluarga, ada salah satu pasien yang meninggal dunia,jadi kak kiah bisa kita operasi karena ada 1 tempat tidur yang sudah kosong, selama 5 hari mengantri di rumah sakit dengan menahan sakit yang luar biasa,kak kiah melakukan operasi mengangkatan ginjal. Saya melihat langsung kondisi rumah kak kiah beralas kan tanah dan hanya sepetak kamar tidur tak ada ruangan lain,yang ada hanya tempat berjualan mie Aceh di depan kamar itu,dengan alat seadanya,kak kiah tak mengeluh walaupun dia sering sekali drop kesehatan nya karena berdiri lama saat memasak mie, itulah sebabnya kak kiah yang sekarang harus trus menerima suntikan 3 kali dalam sehari selama hampir 6 tahun ini,setiap bulan nya kak kiah kontrol ke rumah sakit Zubir Mahmud dan sekalian ambil obat suntikan untuk waktu 1 bulan lamanya,stiap bulan kak kiah melakukan hal yang sama.

Ujar syarifah mahani Alaydrus Aktivis perempuan Aceh timur tersebut yang tak lain adalah Putro Aceh Timur IDI rayeuk berharap langsung kepada pemerintah agar segera menangani keluarga kak kiah.
Kak kiah dengan hidup berjuang keras demi keluarga dan penyakit nya hanya meminta belas kasih kepada pemerintah agar memberikan rumah layak huni untuk dia tidur dengan keluarga kecilnya itu,karena disaat malam tiba mereka kedinginan karena kondisi kamar yang kecil dan atap yang terbuka bagian dinding membuat angin atau hempasan hujan terkadang masuk ke kamar saat mereka tidur,Ujar syarifah mahani Alaydrus tersebut.
Kini kak kiah hidup dengan sebelah ginjal nya,dan kak kiah pun memiliki riwayat DM yang tinggi,tidak boleh minum obat, akhirnya kak kiah hanya menerima suntikan sehari 3 kali, Kak kiah mulai dari tahun 2014 sampai dengan detik ini harus menerima suntikan 3 kali dalam sehari utuk DM nya yang tinggi Krn sudah lewat batas tinggi DM nya tersebut ujar syarifah mahani Alaydrus sang aktivis yg memiliki jiwa sosial tersebut.
Harapan saya kak kiah bisa melanjutkan hidup nya dengan normal walaupun sudah belasan kali kak kiah mengalami koma dan di bawa lari ke Banda Aceh,lalu kini harapan kak kiah yg memiliki anak kandung 1 orang dan anak bawaan 6 orang yang ketiga nya masih tinggal bersama nya,kak kiah punya harapan dalam hidup nya memiliki rumah layak huni untuk tidur bersama anak-anak nya,itu harapan kak kiah ” ujar aktivis perempuan tersebut. (Red)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *