ASN Bener Meriah Menyesali Sikap Bupati Yang Gemar Bongkar Pasang Penjabat

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Bener Meriah-
Sejak dilantik menjadi Bupati Bener Meriah tanggal 30 April 2019 oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengantikan Ahmadi, SE terganjal kasus OTT yang ditahan sejak 3 Juni 2018 bersama gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Tgk. Sarkawi Telah melakukan beberapa kali mutasi di jajarannya.

Saat baru beberapa hari dilantik menjadi Bupati dan hari pertama masuk kerja setelah hari raya Idul Fitri ASN Bener Meriah dikejutkan dengan adanya mutasi di Pemkab Bener Meriah 136 Asn dari eselon II, III dan IV di mutasi dan dilantik pada tanggal 10/6/2019 diaula sekdakab.

Tanggal 23/9/2019 Tgk, Sarkawi kembali melantik 8 orang pejabat eselon II, dengan dalih hasil lelang terbuka yang diadakan beberapa waktu lalu.

Belum berselang lama tanggal 14/10/2019 ,Bupati Sarkawi kembali melakukan mutasi dari jajaran eselon II, III dan IV. Ada 3 orang dari eselon II dan 13 orang untuk eselon III, dn 12 orang sebagai pengawas, diaula sekdakab.

Senin 2/12/2019, ASN Bener Meriah kembali dikejutkan dengan adanya gelombang mutasi kembali di Bener Meriah, kali ini juga tidak tanggung-tangung 130 orang ASN kembali di mutasi, mulai dari jajaran eselon II, III dan IV. Eselon 2 sebanyak 2 orang selebih nya eselon III dan IV. Diaula sekdakab Bener Meriah. Dan mutasi kali ini diwakili oleh sekda yang juga baru dilantik tanggal 8/11/2019 yang lalu.

Pada sesi Gladi seorang pegawai yang terkena mutasi sempat mengatakan, saya belum genap 5 bulan bertugas sudah dipindahkan kembali ketempat yang lain, kalau seperti ini bagaimana ASN mau berkerja dan berkarya kalau terus dibongkar pasang.

Selesai acara, mediaanakbangsa.com mencoba menemui Bupati untuk memintai keterangan , tetapi kata pegawai yang berada diruang beliua, pak Bupati sudah berangkat ke luar kota.

Seorang pegawai ASN, saat ditanyai disela-sela pelantikan Hamdi, mengatakan ” kita berharap ini merupakan pelantikan terkahir diakhir tahun 2019, biarkan Para pejabat ini bekerja dulu, lalu enam bulan kemudian di evaluasi kalau ada yang tidak berjalan, atau jalan ditempat diberi bimbingan. Setelah dibimbing juga tidak mampu baru perlu adanya pergantian. Kalau seperti ini kami para ASN jadi kurang gairah untuk bekerja, karena apa, takut kalau sedang bekerja dimutasi kembali dan program yang sedang kami jalan kan terputus. Ini harapan kami selaku ASN di Pemkab Bener Meriah.

Pantaun Mediaanakbangsa.com di sela-sela sebelum dilaksanakan acara pelantikan banyak Pegawai yang merasa kecewa dan menyesali kebijakan Bupati yang gemar bongkar pasang pejabat di lingkungan ASN Kabupaten Bener Meriah.(Chaidir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *