JUBIR KOMPAS PEMERINTAH ACEH HARUS PEKA DENGEN KONDISI RAKYAT, RUMAH DZUAFA HARUS JADI PRIORITAS

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Lhoksemawe-juru bicara koalisi mahasiswa pasee (kompas) menilai pemerintah aceh hari ini tidak peka dengan kondisi rakyat aceh minggu (24/11/2019)

sebenarnya tak ada alasan fundamental dikeluarkan Plt Gubernur soal kebijakan pembatalan pembangunan 1.100 rumah duafa itu,

Malah pihak Baitul Mal sendiri, katanya, sudah sangat siap untuk melaksanakan kegiatan pembangunan rumah duafa ini, Semua tahapan dan proses pelaksanaan sudah dilakukan Tinggal penetapan rekanan pelaksana oleh ULP Pemerintah Aceh.

Baitul Mal sudah mengirim semua berkas perusahaan calon pelaksana kegiatan ke ULP, namun tiba-tiba ada kebijakan pembatalan.

Khalis Selaku Jubir Kompas Mengatakan Kepada Wartawan “menilai suatu kejanggalan terhadap keputusan ini. Ada apa sebenarnya di balik kebijakan pembatalan rumah dhuafa Baitul Mal ini siapa yg bermain di balik layar ini jangan lah jadikan rakyat menjadi korban” pungkasnya (khalis)

Apa pun alasan pembenaran Pemerintah Aceh terhadap pembatalan tersebut, lanjutnya, jelas tidak dapat diterima oleh logika publik.

Khalis Juga Menambahkan kepada Wartawan “Bayangkan di saat musim hujan seperti sekarang ini, saudara-saudara kita calon penerima rumah bantuan tersebut harus berjibaku dengan air hujan untuk sekedar beristirahat karena rumahnya bocor. Belum lagi jika banjir datang, Seandainya tidak dibatalkan, menurut khalis, penderitaan calon penerima manfaat tentu akan lebih cepat berakhir” Ungkapnya,

Tapi jika tetap dibatalkan,saya berani mengatakan bahwa pemerintah aceh benar benar tidak peduli dan sayang terhadap masyarakat aceh.

Seharusnya ini harus jadi peoritas utama karna rumah butul butul sangat di butuhkan oleh rakyat aceh,pemerintah bek lah peu ayang ayang masyarakat apa lagi hari hari ini kita lihat di media media sosial banyak foto foto masyarakat miskin yg sangat mengharapkan secepatnya kehadiran rumah duafa karna rumah mareka benar benar tidak layak huni lagi,ini meyangkut dengen keadilan dan kepentingan rakyat miskin yg tersebar di seluruh kabupaten/kota di aceh.

Saya meyarankan agar , kepala Pemerintah Aceh harus mengevaluasi instansi terkait dan meminta penjelasan yang komprehensif, detil dan rasional terhadap gagalnya pembangunan rumah duafa dan belum terlaksananya sejumlah kegiatan lain pada tahun anggaran 2019 ungkap mahammad khalis mahasiswa ilmu politik unimal.(Indra)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *