Aktivis Sosial Darwin: DPRK Aceh Timur Jangan Lamban Kerja Nya

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,ACEH TIMUR-
Sejak di lantik sebagai anggota DPRK Aceh Timur periode 2019-2024 pada tanggal 2 september 2019 yang lalu, menurut informasi sampai hari ini hampir 2 bulan, Alat Kelengkapan Dewan(AKD) DPRK Aceh Timur belum terbentuk.

Pada hal AKD ini sangat penting, agar dewan bisa bekerja sesuai dengan tupoksi nya, apalagi menjelang pembahasan rancangan APBK Tahun 2020, mengingat ini sudah akhir tahun.

Keterlambatan pembentukan AKD akan berdampak pada kinerja dewan, sebab dewan belum bisa bekerja, karena belum tau dimana posisi dan tanggung jawab nya masing-masing.

Berdasarkan undang-undang MD3 nomor 2 tahun 2018 pasal 83 tentang Alat Kelengkapan Dewan(AKD), yang terdiri dari, Pimpinan, Komisi, Badan Musyawarh, Badan Legislasi, Badan Anggaran, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara, Badan Kerja Sama Antar Parlemen, Mahkamah Kehormaran Dewan, Badan Urusan Rumah Tangga, Panitia Khusus dan Alat kelengkapan lain nya yang di bentuk dalam rapat paripurna.

Terlambat nya pembentukan AKD DPRK Aceh Timur, menjadi sorotan aktivis pemerhati sosial dan politik di Aceh Timur,

Sekjend Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial(FAKSI) Darwin, mengatakan Pada Media ini Selasa (29/10/2019),selama 2 bulan setelah di lantik, dewan kerja apa..?, padahal mereka sudah menerima gaji dari negara yang notabene uang rakyat.

Apakah ada indikasi tarik menarik kepentingan politik pimpinan partai, anggota dewan sendiri, faktor lemah nya sumber daya Manusia(SDM) atau dewan tidak fokus bekerja, tentu ini menjadi tanya besar kita masyarakat.

Seharus nya dewan perwakilan rakyat harus lebih memikir kan kepentingan rakyat, karena mereka di pilih oleh rakyat, rakyat Aceh Timur menaruh harapan besar untuk terjadi perubahan yang lebih baik dari dewan sebelum nya.

Lebih lanjut Darwin, mengatakan Jika hal seperti ini terus terlambat, saya yakin pemerintah tidak akan mampu mengejar target pengesahan anggaran tahun depan lebih cepat, belum lagi membahas dan mengesahkan berbagai regulasi atau qanun yang masuk Daftar Inventaris Masalah(DIM) dan program legislasi dewan lain nya.

“jangan lah kelihatan kali dewan gak siap bekerja, pemerintah pun tidak menyokong mereka yg baru di Lantik ini,

“Setau saya ada 10 dewan yang lama, masak masalah itu saja mereka gak ngerti, berarti kerja mereka selama ini apa…?”

“Jika memang yg mau di tunjuk tidak mampu memangku jabatan jangan asal pilih akhir nya mereka harus belajar lagi.”

Kalau dewan sibuk mempelajari aturan kapan mereka memikirkan rakyat..?
apalagi kita lihat selama ini dewan belum berfungsi seperti harapan masyarakat “memberantas kemiskinan, mengurangi pengangguran dan membuat qanun-qanun yg bermanfaat bagi daerah”

Harapan saya dewan harus bisa membuang stigma di masyarakat “dewan paket” dengan membuktikan kinerja yg baik dan bermanfaat, ujar Darwin di sebuah Cafe di Julok.

Ketua sementara DPRK Aceh Timur, Fattah Fikri, saat media meminta tanggapan, terkait sorotan kinerja DPRK Aceh Timur di nilai lamban, mengatakan, “kita usahakan dalam minggu ini siap, paling terlambat minggu depan sudah terbentuk AKD, jawab politisi Partai Aceh melalui pesan washaps.(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *