Sanusi Madli : Pejabat Publik Tidak Boleh Alergi Kritik

Bagikan

Mediaanakbangsa.com,Banda Aceh-Menjadi pejabat publik merupakan idaman banyak orang, hal ini dapat dilihat dari banyak nya masyarakat yang ingin berpartisipasi diajang pemilihan anggota legislatif disetiap pileg, keinginan menjadi anggota dewan, keinginan menjadi bupati, kepala dinas, kepala desa, atau jabatan publik lainnya, namun sangat sedikit yang menyadari bahwa menjadi pejabat publik memiliki konsekuensi tersendiri, diantara konsekuensinya adalah adanya pengawasan publik terhadap diri nya.

“Menjadi pejabat publik setengah dari hidupnya akan menjadi konsumsi publik, sikap, tutur kata, gerak gerik, pekerjaan harian, bahkan urusan privat pun kadang kadang menjadi bahan pembicaraan publik, begitulah resiko menjadi pejabat publik, suasana jadi berubah, seperti ikan dalam aqua rium, menjadi sorotan banyak orang,” ujar sanusi di Idi Rayeuk, Kamis (17/10/2019).

Karena itu semestinya para pejabat publik mesti menyesuaikan diri secara cepat dengan keadaan, seiring berubahnya status dari masyarakat biasa menjadi orang yang luar biasa, terhormat, dari tertutup dituntut untuk terbuka, dari yang tidak boleh tau menjadi wajib diketahui, dari semua lini hidup perlu penyesuaian.

“Karena itu pejabat mesti cepat menyesuaikan diri dengan keadaan seiring berubahnya status, terutama soal siap dikritik, membangun diri untuk siap dikritik oleh publik, harus berlapang dada atas segala masukan serta memiliki sikap yang bijak untuk menyikapi setiap masukan, menyikapi dengan dialog, diskusi yang sejuk, serta tidak menimbulkan konflik, menghindari perpecahan, serta ketentraman masyarakat, apalagi mengandung sara, ini sangat harus dihindari oleh seorang pejabat publik.

Segala kritikan dan masukan dari masyarakat perlu dijawab dengan kerja nyata, dijawab dengan narasi yang membangun, serta visioner, sehingga pejabat publik dipandang terhormat dan terlihat memiliki intelektual yang tinggi, sehingga publik menjadi bangga.

“Pejabat publik mesti memposisikan diri sebagai orang yang terhormat dan berintelektual, sehingga publik jadi optimis, bukan justru pesimis, serta mensikapi segala masukan dengan cara cara yang terhormat, bijak dan penuh wibawa, bukan justru menampakkan ketidak mampuan diri dalam mengelola emosi.

Oleh karena itu, mari kita hidupkan iklim saling mengawasi, saling mengkritik, saling nasehat menasehati diantara kita, semua kita harus nya terbiasa dengan kritikan, karena kritikan itu membuat diri semakin matang dan dewasa, bahkan sosok negarawan lahir dari kuat nya kritikan kepadanya, sikap nya yang bijak menghadapi pengkritik akan menunjukkan tingkat kedewasaan serta intelektual diri.

“Mari kita biasakan diri untuk berlapang dada atas segala masukan, kritikan, karena kritikan juga dapat bermakna sebagai bentuk saling menasehati, dan itu perintah agama, saling menasehati diantara ummat manusia, setiap kritik jangan dimasukkan kedalam hati, anggap saja itu sebagai gizi yang akan membuat kita tumbuh semakin sehat, saya pun sedang belajar untuk lebih terbuka dan lebih berlapang dada pada segala masukan, kritikan, dan saya sangat bersyukur bila dikelilingi oleh orang orang yang cerewet, memang agak bising tapi itu sangat bermanfaat buat diri, sebagai salah satu cara mengasah daya fikir serta sebagai pagar pengawasan agar tidak salah dalam melangkah.

Bersyukur dan ucapkan lah terimakasih kepada orang orang yang mengkritik kita, karena disaat kita lupa memikirkan langkah serta perbuatan yang kita lakukan hingga salah arah, ada orang lain yang mengawasi serta bersedia memberi masukan, maka pantas kita sambut dan ucap kan terimakasih.

“Ada kalanya kritikan itu datang karena cinta, ada yang tidak menginginkan kita jatuh kejurang, maka dikritik, ada nilai dan rasa kepeduliaan yang tinggi disana, oleh karena itu mari kita hiasi alam sekitar kita dengan penuh dialektika, penuh dengan diskusi, narasi serta saling mengingatkan satu sama lain, mudah mudahan tradisi ini akan membawa kita pada peradaban baru, peradaban yang maju, pelan pelan akan menjadi daerah yang dihuni oleh penduduk yang terbuka, elegan, serta dewasa, hari hari penuh dengan diskusi dan debat yang membangun.(RED)

Jasa Pembuatan Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *